[ REVIEW ] Me, Myself and Bekam

Bekam.
Apa sih yang terlintas di pikiran kita?
Jujur, mungkin disaat orang lain sudah manggut-manggut tanda mengerti, aku malah bertanya pada sang tanda tanya.

Akhirnya aku pun bertanya pada embah Google, dan tarara.... ternyata selama ini aku yang tidak gaul. Seriously, melihat dari ilustrasi yang muncul di internet, bekam terlihat begitu seram, kok badan ditusuk-tusuk gitu sih? berdarah-darah pula, hiyyy...

Ternyata, aku harus menelan omonganku sendiri, sekarang malah jadi salah satu solusi yang aku cukup andalkan. Tapi tunggu dulu, menjadi andalan itu baru-baru ini saja, soalnya ternyata aku salah memilih tempat bekam saat pertama kali mencobanya, hasilnya traumatis! setelah beberapa tahun kemudian, berkat motivasi dari penulis yang aku manajeri itu akhirnya aku berani mencoba lagi. Saranku, jika mau mencoba bekam lebih jeli dalam memilih providernya ya, menurutku tempat bekam yang baik itu yang higienis dan dalam pengerjaannya juga tidak asal tusuk-tusuk saja.

Oke, kembali ke leptop, singkat cerita kesesatanku mengenal bekam itu tercerahkan dengan menemukan provider bekam yang higienis dan terstandarisasi, walau yang aku coba ini namanya rumah bekam gratis, tapi wow...ternyata kualitasnya sangat baik.

Pertama-tama tekanan darahku di tensi, kemudian telapak tanganku dianalisis. Menariknya, tanpa aku beritahu keluhanku, terapisnya bisa mengetahui apa yang aku rasakan, keren. Dalam pengerjaan, saat bekam terapis juga tidak asal-asalan memperlakukan pasien, sterilisasi alat dan punggung sebelum dibekam juga higienis.

Rasa aman melakukan bekam jadi sangat terasa, fiuh...lega ada tempat bekam yang sebaik ini. Saat jarum ditusuk-tusuk juga tidak terlalu sakit dibandingkan dulu aku mencobanya pertama kali di tempat berbeda, keramahan terapis menjadikanku lebih tenang melakukan proses bekam.

Hasilnya bagaimana?
Badan menjadi lebih segar dan enteng, bagaikan seperti batere yang lowbat di charge penuh kembali. Badan menjadi terasa lebih sehat dan bugar deh.

Namun, hal-hal yang perlu diperhatikan selain jeli memilih provider adalah jangan mandi ya setelah melakukan bekam, it's big no no, nanti bekas ditusuk-tusuknya bisa terbuka lagi. Apalagi kalau pakai air panas, pori-pori kan malah terbuka tuh. Selain itu, kalau terasa sedikit gatal, jangan digaruk-garuk lho. Bekam juga jangan keseringan, yang berlebihan tetap saja tidak baik kan kawan.

Demikian, sharing dan review ku mengenai bekam, semoga bermanfaat :)

========

All content is opinion of the writer, inspiring by true experience and long days of contemplation

Mohon masukkan link asli blog jika melakukan share, reblog atau menyalin ulang ya...

Like juga fanpagenya disini

Thank you,
Citra Laksmiarsih




Share this:

ABOUT THE AUTHOR

I'm just housewife - office lady - thinker - writer - you named it.

2 komentar

  1. aku kemaren juga iseng bekam nemenin temenku...
    di Natura health center depok.. harganya lumayaaan..80rb sekali bekam..
    pertama kali rasanya aneh, tp malah penasaran..hahaha
    akhirnya gw sukses bekam 2kali saja..abis itu?errr...kapan2 aja deh nyoba laginya.. :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah sorry aku telat reply nya, huhu...
      ohh disana ada tempat bekam ya? baru tau dari kamu hehe..
      aku juga kalau udah rasa sakit badannya parah aja bekam, agak traumatis emang pas ditusuk2..yah walau abis itu si badan enteng, no pain no gain LOL

      Hapus