Perempuan dan Stress: Job Stress


Saat ini aku sedang membaca buku "Women and Stress: Practical Ways to Manage Tension" karangan Jean Lush & Pam Vredevelt. Buku ini sebenarnya sudah lama aku miliki, hanya saja baru sekarang aku mulai membacanya pelan-pelan. Jika tahu betapa bagusnya buku ini, aku pasti sudah membuka halamannya sedari dulu. 

Jean Lush sendiri dikenal sebagai terapist yang cukup berpengalaman pada masanya, walau telah tiada, melalui buku ia mampu memberikan manfaat yang luar biasa. Ia telah mewariskan pengetahuan yang berguna, komprehensif dan sangat dekat dengan kehidupan perempuan.

Sesuai dengan judul yang dibawakannya, buku ini mengulas berbagai macam masalah-masalah umum yang dihadapi perempuan dalam kehidupan sehari-harinya. Pada beberapa bab, ia berhasil membuatku tersenyum-senyum sendiri karena apa yang ia katakan dalam bukunya juga terjadi dalam kehidupanku. Buku ini sangat menyenangkan, karena aku merasa sedang mengobrol dengan seorang sahabat perempuan yang begitu mengerti perasaan terdalam setiap perempuan. Bahkan yang malu-malu mereka utarakan.


Menurut Jean Lush, stress tidak hanya dialami oleh perempuan yang bekerja di luar rumah saja, ternyata bagi yang bekerja di rumah atau kombinasi atas keduanya pun juga merasakan momen-momen yang sama. Stress adalah sebuah fakta kehidupan yang akan terus ada selama kita memutuskan untuk bekerja. Jean Lush telah melakukan survey untuk mencari hal-hal apa yang harus dilakukan untuk mengurangi tingkat stress pada setiap orang. Berikut ini adalah hasil survey yang sekaligus menjadi tips yang dapat membantu kita mengevaluasi penanganan stress pada diri kita sendiri:
  • Melakukan olah raga yang teratur
  • 8-9 jam tidur setiap malam
  • Melakukan rekreasi setiap minggu
  • Melakukan jenis kegiatan yang sangat berbeda dengan bidang pekerjaan kita pada akhir minggu
  • Meluangkan waktu satu hari dalam seminggu untuk benar-benar beristirahat
  • Memberikan jeda pada diri sendiri atau cuti saat sedang berada pada high-pressure seasons
  • Mampu berkata tidak dan jangan merasa bersalah
  • Berusaha memelihara diri sendiri dan peduli pada kebutuhan kita sendiri
  • Melakukan restrukturasi prioritas
  • Mengkonsumsi sarapan yang bergizi dan minuman kaya protein
  • Melakukan liburan tahunan
  • Lebih baik menerima pekerjaan dengan bayaran yang lebih sedikit namun dengan kepuasan diri yang lebih baik
  • Tidak terobsesi dengan pekerjaan kita 
  • Berusaha merasa bahwa pekerjaan itu tidak ada ketika kita tidak sedang dalam jam kerja
  • note: diterjemahkan dari bahasa aslinya (bahasa Inggris) oleh penulis blog
Semoga bermanfaat!

==========

All content is opinion of the writer, inspiring by true experience and long days of contemplation

Mohon masukkan link asli blog jika melakukan share, reblog atau menyalin ulang ya...

Like juga fanpagenya disini

Thank you,
Citra Laksmiarsih

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

I'm just housewife - office lady - thinker - writer - you named it.

0 komentar